Festival Desa Wisata Madura 2025: Sumenep Tampilkan Pesona Budaya dan Alam Se-Madura

SUMENEP, Nagabonar.net – Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) bekerja sama dengan TribunMadura.com akan menggelar Festival Desa Wisata Madura 2025 secara spektakuler pada 19–21 Juni 2025.

Mengusung tema “Bumi Sumenep Berkarya, Juni Bung Karno Bersinar”, festival ini akan dipusatkan di Jalan Dr. Soetomo, tepatnya di sebelah timur Taman Adipura atau Alun-Alun Kota Sumenep.

Festival ini menjadi bagian dari Kalender Event Sumenep 2025 dan akan diikuti oleh perwakilan dari 27 kecamatan di Kabupaten Sumenep, serta tiga kabupaten lainnya di Madura, yakni Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan.

Kepala Disbudporapar Sumenep menyebutkan bahwa masing-masing kabupaten akan menampilkan potensi unggulan desanya. Kabupaten Pamekasan, misalnya, akan menghadirkan Destinasi Puncak Ratu dengan mengambil dua stand sekaligus. Sampang akan menampilkan Air Terjun Torroan, sementara Bangkalan masih dalam tahap seleksi destinasi.

Beberapa desa wisata andalan Sumenep juga dipastikan ikut serta, antara lain:

Desa Wisata Keris Aeng Tongtong, yang terkenal dengan kerajinan kerisnya,

Desa Wisata Semaan (Loteng) di Kecamatan Dasuk,

Desa Wisata Kampung Kasur Pasir Legung, yang memiliki tradisi tidur di atas pasir,

Desa Wisata Jantung Nusantara di Masalembu, dengan daya tarik kakatua jambul kuning dan hutan mangrove.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyatakan bahwa Festival Desa Wisata Madura 2025 akan hadir dengan konsep yang berbeda dan lebih inovatif dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Melalui kegiatan ini, desa-desa yang memiliki objek wisata berpotensi bisa lebih luas dikenal masyarakat. Festival ini bukan sekadar seremoni, tapi wadah untuk promosi potensi wisata, budaya, hingga produk UMKM desa,” ujarnya pada Selasa (17/6/2025).

Festival ini juga diharapkan menjadi ajang unjuk kreativitas desa dalam mengemas potensi lokalnya. Dengan melibatkan berbagai unsur mulai dari wisata alam, religi, budaya, hingga adat istiadat, festival ini akan menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Achmad Fauzi juga mendorong seluruh desa agar terus menggali dan mengembangkan potensi uniknya masing-masing.

“Teruslah berinovasi demi mewujudkan pembangunan desa yang berkemajuan,” tutupnya.

( Rawi / Red ) 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *