Nagabonar.net, SUMENEP – Kemajuan signifikan dicapai sektor UMKM di Kabupaten Sumenep, Madura. Semakin banyak pelaku UMKM yang berhasil menembus pasar nasional, mencerminkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mengembangkan perekonomian lokal.
Data Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Sumenep menunjukkan bahwa kabupaten ini memiliki sekitar 282.711 UMKM. Saat ini, sebanyak 166 produk telah terdaftar di e-katalog, 208 produk dipasarkan melalui Mall UMKM, dan 18 produk telah tersedia di jaringan ritel Indomaret.
Di sektor Industri Kecil Menengah (IKM), 199 produk telah mengantongi sertifikasi halal sejak program sertifikasi dimulai pada 2019. Produk-produk ini kini merambah pasar besar, seperti Tanjung Plaza, Bank Syariah Indonesia, Transmart Surabaya, dan Indomaret.
“Ini merupakan bukti keberhasilan program pemerintah di bawah kepemimpinan Bupati Achmad Fauzi,” kata Kepala Diskoperindag Sumenep, M. Ramli, Sabtu (2/11/2024).”
Ramli menambahkan, capaian ini merupakan hasil dari pembinaan rutin, pelatihan, akses modal, serta pemanfaatan teknologi digital. Pemerintah turut mendukung legalitas usaha, sertifikasi halal, dan perluasan jaringan pemasaran, yang memungkinkan pelaku UMKM untuk menjual produk mereka secara daring dan menjangkau konsumen di berbagai daerah.
“Dukungan berkelanjutan dari Bupati Achmad Fauzi diharapkan mampu terus mendorong pertumbuhan UMKM, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.”
Tahun 2023, pertumbuhan ekonomi Sumenep mencapai 5,35 persen, naik dari 3,11 persen pada tahun sebelumnya. Angka kemiskinan juga turun dari 18,76 persen pada 2022 menjadi 17,78 persen pada 2024, menjadikan Sumenep sebagai daerah dengan penurunan kemiskinan terbaik di Jawa Timur. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga mengalami penurunan, menjadi 1,36 persen pada 2022, yang merupakan angka terendah di provinsi ini.
( Wiyan / Red )





