Bupati Fauzi Dinobatkan Sebagai Panglima Santri Milenial Sumenep, Tekankan Peran Santri untuk Indonesia Emas 2045

Nagabonar.net, SUMENEP – Dalam peringatan Hari Santri Nasional 2024 yang diselenggarakan pada Minggu, 20 Oktober 2024, di Islamic Center Batuan, Sumenep, Bupati Achmad Fauzi resmi dinobatkan sebagai Panglima Santri Milenial Sumenep. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya terhadap santri dan dunia pendidikan agama di Kabupaten Sumenep, meski dirinya bukan berasal dari kalangan santri.

Dalam sambutannya, Bupati Fauzi menekankan pentingnya peran santri dalam sejarah perjuangan bangsa dan masa depan Indonesia. Ia menyampaikan bahwa santri memiliki kontribusi besar dalam kemerdekaan Indonesia dan terus berperan penting dalam pembangunan nasional.

“Sejarah mencatat bahwa santri memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, santri masa kini harus tetap berperan aktif dalam memajukan bangsa, khususnya di Kabupaten Sumenep,” ujar Fauzi.

Ia juga berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang menyentuh langsung kehidupan para santri, terutama dalam menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Bupati Fauzi menekankan bahwa santri harus memanfaatkan peluang ini untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap santri, Bupati Fauzi juga telah memberikan berbagai program, termasuk beasiswa bagi santri berprestasi serta insentif bagi sekitar 6.000 guru ngaji di Sumenep.

“Ini adalah tanggung jawab besar, tetapi jika santri milenial percaya kepada saya, saya siap menjalankan amanah ini. Insya Allah, jika saya terpilih kembali sebagai Bupati Sumenep, saya akan meningkatkan program-program yang mendukung santri,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Santri Milenial Sumenep, Febrianto, mengungkapkan bahwa penobatan Bupati Fauzi sebagai Panglima Santri Milenial merupakan bentuk penghargaan atas perhatian besar yang beliau berikan kepada kalangan santri, terutama melalui pemberian beasiswa dan insentif kepada para guru ngaji.

“Kami sangat menghargai perhatian beliau terhadap santri dan guru ngaji. Peran Bapak Fauzi sangat berarti bagi kami,” ujar Febrianto.

Acara tersebut juga dihadiri oleh sekitar 1.000 santri milenial se-Kabupaten Sumenep yang bersama-sama melakukan istighosah sebagai bentuk syukur dan doa untuk kemajuan bangsa.

Menjelang Pilkada 2024, Febrianto berpesan kepada para santri untuk menjaga kerukunan meskipun berbeda pilihan.

“Nomor satu, jaga kerukunan. Soal pilihan, itu nomor dua,” tutupnya.

   ( Red / Wiyan )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *